Sering kali kita temui kasus bahwa anak dibawah umur bahkan anak usia balita sudah banyak terkena penyakit paru-paru, terkadang jadi pertanyaan bagi kita semua kenapa bisa anak-anak dibawah umur sudah terkena penyakit paru-paru.
Ternyata bukan hanya perokok aja yang bisa terkena penyakit paru-paru akan tetapi anak-anak yang berada dekat dengan seorang perokok atau terkena paparan asap rokok, ternyata juga bisa terkena penyakit paru-paru.
Mungkin terlihat sepele sang perokok dekat dengan anak-anak sambil merokok tanpa mereka sadar bahaya asap rokok itu sangan berpengaruh bagi kesehatan sang anak.
Bahkan dari riset penelitian penghirup asap rokok lebih mudah terkena penyakit paru-paru dari pada perokok.
Jangan sampai di anggap sepele hal seperti ini.
Di samarinda bayi yang baru lahir sebulan kemudian sudah terkena penyakit paru-paru awalnya ibu sang bayi mengira itu penyakit bawaan sejak lahir, setelah dibawa periksa ke dokter ternyata hal yang mengejutkan bagi ibu sang bayi karna ibu sang bayi merasa tidak pernah merokok saat hamil, tapi akibat bayi terkena penyakit paru-paru adalah karna sang ayah merokok pada saat di dekat sang anak.
Malang nasib bayi itu umur 1 bulan harus mengidap penyakit paru-paru akibat kesalahan orang tua yang menganggap semuanya gampang saja.
Saat ini bayi itu sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit samarinda, sang ibu pun merasa sedih melihat sang buah hatinya yang masih berusia 1 bulan harus mengidap penyakit yang sebegitu mengerikkannya.
Hal seperti ini sudah sering terjadi dan sudah berulang kali di ingatkan untuk tidak merokok didekat anak kecil atau pun orang lain, karna bahaya nya bagi penghirup asap rokok bukan bagi perokoknya sendiri.
Pesan yang dapat kita ambil dari kasus di atas supaya kita menjadi orang tua lebih perhatikan lagi, lebih perhatian, dan menjauhkan anak kita dari paparan asap rokok, dan untuk laki-laki jika kalian ingin merokok maka pergi lah dulu ketempat lain agar asap rokok itu tidak menjadi penyakit bagi orang lain.