Udang pancet, atau dikenal juga dengan nama udang windu (Penaeus monodon), adalah salah satu jenis udang konsumsi yang sangat populer di Indonesia dan dunia. Dengan tubuh besar, warna mencolok, dan rasa daging yang gurih, udang pancet menjadi primadona dalam industri perikanan dan kuliner. Selain itu, udang ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaannya yang stabil, baik di pasar lokal maupun ekspor. Ciri-Ciri Udang Pancet Udang pancet memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis udang lainnya: - Ukuran besar: Udang dewasa bisa mencapai panjang hingga 35 cm. - Warna tubuh menarik: Umumnya berwarna cokelat kehijauan dengan garis-garis melintang berwarna gelap, mirip corak harimau. - Cangkang keras dan kuat - Berantenna panjang: Antena udang pancet bisa lebih panjang dari tubuhnya sendiri. Ciri-ciri ini menjadikan udang pancet sangat mudah dikenali, terutama jika dibandingkan dengan udang putih atau udang vaname. Habitat dan Sebaran: Udang pancet hidup secara alami di perairan laut dangkal yang berlumpur atau berpasir, seperti di muara sungai, hutan mangrove, dan pesisir pantai. Namun, udang ini juga dapat dibudidayakan dalam tambak dengan kondisi air yang sesuai. Sebaran udang pancet meliputi perairan tropis dan subtropis, termasuk di wilayah Asia Tenggara, India, Australia bagian utara, hingga Afrika. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil udang pancet terbesar di dunia. Budidaya Udang Pancet: Karena permintaannya tinggi, udang pancet banyak dibudidayakan di tambak-tambak air payau. Proses budidayanya memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal kualitas air, pakan, dan pencegahan penyakit. Beberapa hal penting dalam budidaya udang pancet: - Kualitas air: Salinitas ideal antara 15–25 ppt, suhu air 28–32°C. - Pakan: Pakan alami seperti plankton dan pakan buatan dengan protein tinggi. - Pengelolaan lingkungan: Tambak perlu dijaga kebersihannya untuk mencegah penyakit seperti white spot. Meskipun budidaya udang pancet memiliki risiko, keuntungannya pun besar karena harga jualnya tinggi di pasaran. Manfaat dan Nilai Gizi Udang pancet bukan hanya lezat, tetapi juga kaya nutrisi. Dalam 100 gram udang pancet, terdapat kandungan: - Protein tinggi (sekitar 18–20 gram) - Rendah lemak - Mengandung mineral penting seperti selenium, zinc, dan fosfor - Kaya vitamin B12 dan omega-3 Karena kandungan gizinya, udang pancet baik dikonsumsi untuk mendukung kesehatan otot, jantung, serta fungsi saraf. Penggunaan dalam Kuliner Udang pancet sangat digemari karena tekstur dagingnya yang kenyal dan manis. Beberapa olahan populer dari udang pancet meliputi: - Udang bakar madu - Udang goreng tepung - Gulai atau kari udang - Sate udang - Udang saus Padang Di restoran seafood, udang pancet kerap menjadi menu andalan dengan harga premium. Kesimpulan: Udang pancet adalah komoditas laut unggulan Indonesia yang memiliki banyak kelebihan dari segi rasa, gizi, hingga nilai ekonomi. Baik sebagai hasil tangkapan alam maupun budidaya, udang ini terus menjadi andalan dalam dunia perikanan dan kuliner. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan budidaya yang ramah lingkungan, udang pancet bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus kebanggaan bangsa.