Masyarakat aceh memiliki berbagai macam tradisi adat yang berbeda-beda. Aceh memiliki 13 suku dan 11 bahasa daerah. Mayoritas penduduk aceh beragama islam, dan karena hal itu aceh dijuluki serambi mekkah. Budaya dan tradisi adat di aceh tak pernah jauh dari ajaran-ajaran dan budaya islam.
Mungkin di setiap daerah dan setiap provinsi memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda.
Macam-macam Tradisi Adat Masyarakat Aceh:
- Putron Aneuk: Tradisi ini adalah tradisi masyarakat aceh untuk menyambut kelahiran bayi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat bayi sudah memasuki usia 44 hari, 3 bulan, 5 bulan sampai 7 bulan.
Karena masyarakat aceh meyakini bahwa bayi yang belum melakukan tradisi ini tidak diperbolehkan keluar rumah terlebih dahulu.
- Jak ba Tanda: Jak ba tanda ini adalah tradisi yang berkaitan dengan lamaran atau seseorang yang ingin menikah, Tradisi ini dilakukan sebagai tanda bahwa sang laki-laki berniat menyampaikan keinginan atau niat untuk melamar wanita aceh tersebut.
- Mugang: Tradisi ini dilangsungkan selama 3 hari berturut-turut, tradisi ini adalah tradisi memakan daging sapi, daging kerbau, atau daging kambing, tradisi ini dilakukan masyarakat aceh bersama keluarga mereka menjelang perayaan besar seperti ramadhan, idul fitri, dan idul adha.
- Tulak Bala: Tradisi yang satu ini sudah sangat dikenal sebagai ciri khas tradisi aceh yang diadakan setahun sekali pada waktu masuknya bulan safar. Tujuan dari tradisi tulak bala ini adalah membuang aura negatif dan juga bertujuan untuk meminta agar dihindarkan dari segala macam musibah. Hal ini dilakukan dengan cara menggelar doa dan makan bersama di pantai, sungai atau tempat lainnya.
- Peusijuek: Tradisi ini dilakukan biasanya di acara-acara tertentu misalnya pernikahan, acara 7 bulanan, dan yang lainnya. Peusijuek yang artinya dingin, diharapkan memberikan keselamatan, ketenangan dan keberkahan.
- Khanduri Pang Ulee: Dan yang satu ini dilakukan pada saat maulid nabi atau acara-acara islam seperti kirim doa dan lainnya, hal ini di lakukan untuk mengirimkan hadiah berupa doa kepada saudara-saudara yang sudah mendahului kita.