Terletak di kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Tangkahan adalah sebuah desa kecil yang telah berkembang menjadi destinasi ekowisata yang cukup terkenal di Indonesia.
Dikelilingi oleh hutan hujan tropis bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser, di mana dua sungai—Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan bertemu, Tangkahan menawarkan pengalaman alam yang sangat berbeda dibandingkan dengan wisata kota atau pantai.
Sejarah dan Transformasi:
Pada era 1980-an hingga 1990-an, kawasan ini sempat menjadi lokasi penebangan liar yang cukup marak. Namun masyarakat setempat kemudian membuat keputusan penting: menghentikan aktivitas ilegal tersebut dan mengubah arah menjadi pengembangan wisata alam yang berkelanjutan.
Pada tahun 2001 terbentuk lembaga wisata lokal dan kemudian bermitra dengan pengelola taman nasional untuk menjalankan model ekowisata berbasis masyarakat. Hingga kini, kawasan seluas sekitar 17.000 hektar menjadi bagian dari komitmen pelestarian alam di Tangkahan.
Daya Tarik Utama:
Apa yang membuat Tangkahan begitu istimewa? Beberapa aspek berikut bisa menjadi alasan utama:
- Interaksi dengan gajah Sumatera: Tangkahan memiliki kawanan gajah yang telah diselamatkan dan dilatih untuk membantu patroli hutan terhadap penebangan ilegal. Pengunjung bisa ikut aktivitas misalnya memberi makan atau memandikan gajah (bukan menaiki).
- Jungle trekking & sungai yang jernih: Hutan lebat, sungai berbatu, air terjun kecil, dan sumber air panas menjadi bagian dari pengalaman alam yang tak terlupakan. Trekking ke dalam hutan atau menyusuri sungai adalah aktivitas yang banyak diminati.
Kompas Travel
- Keterlibatan masyarakat lokal: Model ekonomi pariwisata di sini memprioritaskan kesejahteraan dan partisipasi penduduk desa mulai dari penginapan sederhana, jasa pemandu lokal, hingga penyediaan makanan. Hal ini menunjukkan bagaimana ekowisata bisa menjadi alat konservasi sekaligus pemberdayaan sosial.
Akses dan Waktu Terbaik:
Dari Kota Medan, perjalanan ke Tangkahan memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam tergantung kondisi jalan dan lalu lintas.
Waktu terbaik untuk berkunjung biasanya pada musim kering sekitar Juni hingga Septemberkarena curah hujan lebih rendah dan aktivitas outdoor bisa lebih nyaman. Namun sebagai kawasan hutan hujan tropis, hujan bisa datang kapan saja.
Tips untuk Pengunjung:
- Bawa alas kaki yang nyaman karena banyak berjalan di medan alami (bukit, sungai, hutan).
- Gunakan pakaian yang sesuai untuk hutan tropis longgar, cepat kering, serta persiapkan jas hujan ringan.
- Hormati satwa liar dan aturan setempat, seperti tidak memberi makan hewan tanpa izin pawang.
- Pilih penginapan yang dikelola komunitas lokal untuk memastikan manfaat ekonomi lebih luas.
- Siapkan waktu lebih dari sehari idealnya 2-3 malam agar bisa menikmati suasana hutan dan sungai dengan lebih tenang.
Kesimpulan:
Tangkahan bukan sekadar destinasi liburan biasa. Dengan perpaduan hutan tropis, sungai jernih, gajah yang dilindungi, dan komunitas lokal yang aktif dalam konservasi, tempat ini menghadirkan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung yang mencari “pelarian” dari kehidupan kota. Sebagai contoh keberhasilan ekowisata berbasis masyarakat, Tangkahan juga mengingatkan kita bahwa pariwisata bisa berjalan bersama pelestarian alam dan pemberdayaan sosial. Bagi Anda yang mencari alam, keheningan, dan petualangan ringan dalam satu paket Tangkahan bisa jadi pilihan yang sangat tepat.